Bekas cekung adalah salah satu cacat kosmetik dan dimensional yang paling membuat frustrasi dalam pencetakan injeksi. Suatu bagian mungkin terlihat terisi penuh, mesin mungkin tampak stabil, dan operator mungkin terus meningkatkan tekanan penahan, namun cekungan di pangkal rusuk atau bagian tebal tetap muncul kembali.
Alasannya sederhana tetapi seringkali terlewatkan: tanda penyusutan biasanya bukan masalah pada tahap pengisian. Tanda tersebut muncul setelah pendinginan, ketika bagian yang tebal terus menyusut tetapi tidak lagi dapat menerima cukup material cair dari sistem saluran masuk atau saluran keluar.
Mengapa Tanda Penyusutan Bukan Hanya Masalah Tekanan Pengemasan
Reaksi pertama yang umum adalah meningkatkan tekanan pengemasan atau memperpanjang waktu penahanan. Itu dapat membantu ketika jalur pengumpanan masih terbuka. Tetapi ketika dinding tipis telah membeku dan menghalangi saluran lelehan, tekanan tambahan tidak dapat mencapai area yang membutuhkan kompensasi.
Inilah mengapa tanda penyusutan sering muncul di dekat akar rusuk, tonjolan, dasar yang tebal, dan transisi ketebalan dinding. Daerah tipis mengeras terlebih dahulu. Daerah tebal terus menyusut lebih lama. Begitu jalur di antara keduanya membeku, bagian yang tebal tidak dapat dialiri, dan permukaan tertarik ke dalam.

Mulailah dengan Posisi Gerbang dan Jalur Pemberian Makan
Lokasi gerbang merupakan salah satu kontrol terkuat pada sisi cetakan untuk mencegah tanda penyusutan. Gerbang harus menopang area terakhir yang membutuhkan kompensasi, terutama jika melibatkan rusuk tebal atau dasar struktural.
Ukuran saluran masuk juga penting. Jika saluran masuk terlalu sempit, tekanan pengemasan akan hilang sebelum mencapai rongga cetakan. Saluran masuk yang lebih besar dan lebih seimbang dapat meningkatkan efisiensi kompensasi, terutama untuk bagian berdinding tebal atau yang diperkuat.
Gunakan Profil Pengepakan Tiga Tahap, Bukan Satu Langkah Panjang Bertekanan Tinggi
Tekanan pengemasan tinggi tunggal dapat menciptakan masalah baru. Hal ini dapat menyebabkan pengemasan berlebihan di area aliran mudah, meningkatkan tegangan internal, dan menghasilkan flash sementara area tanda penyusutan tetap kekurangan pasokan. Profil pengemasan bertahap biasanya lebih mudah dikendalikan.
Tahap 1: Tekanan Tinggi untuk Menyelesaikan Pengisian Rongga Gigi
Tahap pertama menggunakan tekanan yang lebih tinggi, seringkali sekitar 80% hingga 90% dari pengaturan tekanan praktis, untuk menyelesaikan pengisian dan membawa bagian tersebut mendekati kondisi volumetrik penuh.
Tahap 2: Tekanan Sedang untuk Kompensasi Terkendali
Tahap kedua mengurangi tekanan ke tingkat menengah, seringkali sekitar 50% hingga 60%, sehingga bagian tersebut dapat dikompensasi tanpa memaksakan material berlebihan ke area yang sudah padat.
Tahap 3: Tekanan Rendah Hingga Pintu Beku
Tahap ketiga menggunakan tekanan yang lebih rendah, seringkali sekitar 25% hingga 30%, dan dipertahankan hingga pintu gerbang membeku.

Temukan Waktu Pembekuan Gerbang dengan Kurva Berat Bagian
Metode sederhana adalah dengan mencetak bagian-bagian sambil meningkatkan waktu penahanan secara bertahap, misalnya 0,3 detik, dan menimbang setiap bagian. Ketika berat bagian tidak lagi bertambah, gerbang cetakan secara efektif membeku.
Mengontrol Perbedaan Suhu Cetakan Antara Area Tebal dan Tipis
Prinsip proses yang berguna adalah menjaga area berdinding tebal sedikit lebih hangat daripada area berdinding tipis, biasanya sekitar 5 hingga 10 derajat Celcius jika cetakan dan sistem resin memungkinkan. Hal ini menunda pembekuan di bagian yang tebal secukupnya untuk mempertahankan jalur pengumpanan selama pengemasan.
Gunakan Perubahan Material Jika Penyesuaian Cetakan dan Proses Tidak Cukup
Penambahan serat kaca pendek dapat mengurangi penyusutan karena serat tersebut membatasi kontraksi polimer. Untuk polimer semi-kristalin, zat nukleasi juga dapat membantu dengan membuat kristalisasi lebih cepat dan lebih seragam.
Bagaimana Memverifikasi Bahwa Bekas Ambles Benar-Benar Sudah Teratasi?
1. Potong area bekas cekungan dan periksa bagian tersebut.
Potong bagian yang bermasalah dan periksa apakah ada rongga atau penyusutan internal.
2. Ukur 20 Berat Bagian yang Berurutan
Kompensasi yang stabil akan menghasilkan variasi berat yang rendah. Rentang berat yang sempit menunjukkan bahwa waktu pembekuan pintu dan profil pengemasan terkendali.
3. Gunakan Area Kontak atau Tes Transfer
Untuk area wastafel lokal, uji penandaan atau uji kontak dapat menunjukkan apakah permukaan tersebut benar-benar ditopang dan diisi dengan material yang tepat.

Kesimpulan
Bekas cekung pada cetakan injeksi bukan sekadar tanda tekanan rendah atau kesalahan operator. Bekas cekung biasanya merupakan hasil yang terlihat dari penyumbatan saluran masuk, ketebalan dinding yang tidak merata, ketidakseimbangan pendinginan, dan penyusutan yang tidak terkontrol setelah rongga cetakan terisi.
Perbaikan paling ampuh dimulai dari jalur pengumpanan: lokasi gerbang, efisiensi saluran, profil pengemasan, waktu pembekuan gerbang, dan zonasi suhu cetakan.


